Jakarta, restorasihukum.com – Pada Selasa (08/07), Tim Redaksi Dandapala Digital melakukan kunjungan ke PT Digivla Indonesia dalam rangka studi banding seputar sistem pemantauan media. Rombongan disambut oleh Senior Manager Digivla, Asep Rohimat, di pusat fasilitas mereka, Digivla Experience Center.
PT Digivla Indonesia, yang telah berdiri sejak 2014, merupakan perusahaan yang bergerak di bidang analisis media. Mereka mengelola data dari lebih dari 3.000 sumber media, mencakup media cetak, televisi, media daring, hingga berbagai platform media sosial.
Abdul Rohman, salah satu perwakilan Digivla, menjelaskan bahwa dalam menghadapi potensi krisis di media, terdapat tiga langkah penting yang dilakukan: pengumpulan data, analisis data melalui sistem Digivla, dan penyusunan strategi komunikasi bersama Royston Advisory.
Dalam penjelasannya, Abdul mengungkapkan bahwa Digivla memiliki sistem peringatan dini (early warning system) untuk mendeteksi isu-isu yang berpotensi viral, baik dengan sentimen positif maupun negatif. Isu-isu tersebut kemudian dipetakan untuk menentukan tingkat risiko atau kemungkinan eskalasi yang bisa terjadi. Jika sebuah isu mengarah ke sentimen negatif, Digivla siap melakukan langkah penyeimbang melalui strategi opini tandingan.
Digivla menyediakan sejumlah layanan utama dalam sistem manajemen medianya:
-
Formal Media Monitoring
Layanan ini berfungsi mengumpulkan dan menyajikan data dari media secara komprehensif. Fitur-fitur unggulannya meliputi:-
Dashboard Visual Real-time: untuk pemantauan isu secara cepat dan instan,
-
Media Visibility Graph: menampilkan tingkat eksposur suatu isu di media,
-
Top Spokesperson Analysis: mengidentifikasi tokoh yang paling banyak dikutip,
-
Geospasial Mapping: menunjukkan persebaran isu secara geografis,
-
Media Sentiment Breakdown: menganalisis nuansa sentimen yang berkembang di publik.
-
-
PReskripsi.AI
Sebuah alat bantu untuk kehumasan, yang memudahkan pembuatan siaran pers dan strategi komunikasi dalam merespons isu. -
Social Media Intelligence
Platform analitik ini digunakan untuk memantau percakapan di media sosial, mengevaluasi sentimen publik, serta mengidentifikasi tren yang relevan untuk mendukung pengambilan keputusan. Abdul menyebut platform ini mampu mengelola hingga 200.000 data per bulan secara real-time. -
Royston Advisory
Layanan konsultasi komunikasi strategis yang membantu lembaga dalam merancang narasi, membentuk persepsi publik, membangun pengaruh, serta mengelola risiko terhadap reputasi.
“Ketika terjadi krisis, Digivla mengumpulkan data sebagai dasar pertimbangan strategis bagi klien dalam merumuskan langkah antisipatif,” jelas Abdul sebagai penutup. (Red)












