Pasuruan, restorasihukum.com – Setelah melakukan kampanye visi misi sehari sebelumnya dikantor desa setempat, calon kepala desa Parerejo, kecamatan Purwodadi, kabupaten Pasuruan no urut 2 Muhammad Syafii gelar acara mlaku bareng masyarakat bersama dengan Gus Hilmi anggota DPRD komisi C dari fraksi PKB, Sabtu, (16/11/19).
Acara dimulai pukul 13.30 Wib, start mulai dari dusun blimbing dan finish dilapangkan dusun Pare. Hampir 3000 sampai 5000 peserta ikut dalam acara tersebut. Tidak tanggung-tanggung hadiah utama yang dipersiapkan yaitu satu paket Umroh.
Wulan, warga dusun Sembung pemenang undian umroh saat diwancarai awak media restorasihukum.com mengatakan bahwa dirinya tidak menyangka akan mendapatkan hadiah utama.
“Saya senang sekali mas, gak nyangka dapat hadiah utama paket umroh. Semoga calon no urut 2 dalam pilkades tanggal 23 November nanti bisa menang,” tuturnya.
Sedangkan calon kades no urut 2, Muhammad Syafii mengatakan, jika kegiatan ini merupakan kampanye terakhir dari visi misinya.
“Kegiatan ini, sengaja saya adakan sebagai bentuk dari visi misi saya kedepan di kampanye terakhir. Dengan bekerjasama dengan Gus Hilmi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur komisi C dari fraksi PKB,” terangnya.
Menurut Safi’i, jika nanti dirinya dipilih menjadi kepala desa Parerejo, akan melanjutkan programnya yang lama.
“Jika saya diberi amanah jadi kepala desa parerejo, saya akan melanjutkan program-program yang belum sempat terlaksana saat jadi kades dulu,” cetusnya.
Safi’i berharap, dengan adanya kegiatan ini, masyarakat dusun satu dengan lainnya guyub, rukun meski beda pilihan.
“Tidak ada lagi perpecahan walaupun ada calon tiga, boleh beda pilihan yang terpenting tetap guyub, rukun sak lawase,” pungkasnya.
Sementara itu, Gus Hilmi diakhir acara mengatakan pada awak media, jika dirinya mendukung visi misi no urut 2.
“Saya dukung visi misi no urut 2, M. Safi’i yang menginginkan perubahan di desa Parerejo,” tutur Gus Hilmi sapaan akrabnya.
Menurutnya, acara ini sangat bagus sekali, dengan adanya jaringan dengan dewan baik dari kabupaten, provinsi maupun pusat. Pembangunan yang volumenya besar yang membutuhkan anggaran cukup besar pula, bisa di handle dari APBD.
“Dengan jaringan, kedepan pembangunan desa tidak lagi hanya mengandalkan dari DD maupun dari ADD saja. Sehingga anggaran DD bisa di buat untuk yang lainnya. Dengan begitu, pembangunan di desa-desa dalam bidang infrastruktur cepat selesai,” pungkasnya.(sy)














