Jakarta, restorasihukum.com — Momentum silaturahmi penuh makna berlangsung di kediaman Anton Susanto melalui acara buka puasa bersama yang dihadiri sejumlah tokoh nasional yakni Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman dan Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Wilson Lalengke, pada Kamis (12/3/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 17.00 WIB tersebut tidak hanya menjadi ajang berbuka puasa, tetapi juga wadah mempererat hubungan antara ulama, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen bangsa.
Dalam tausiah singkatnya, Dudung Abdurachman menekankan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai bagian dari ajaran Islam yang mengajarkan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan (hablum minallah) dan hubungan antarsesama manusia (hablum minannas).
“Silaturahmi adalah jembatan yang menghubungkan hati. Tanpa silaturahmi kita akan kehilangan rasa kebersamaan. Islam mengajarkan bahwa hubungan dengan sesama manusia adalah kunci keselamatan hidup,” ujar Dudung.
Ia juga membagikan refleksi spiritual melalui karya seni berupa lagu berjudul Jangan Lupa Berdoa. Menurutnya, doa tidak boleh dipandang sebagai sesuatu yang dilakukan hanya ketika menghadapi kesulitan.
“Doa adalah oksigen kehidupan. Jangan hanya berdoa ketika kita sakit atau sedang kesulitan. Berdoa harus menjadi bagian dari keseharian kita,” ujarnya.
Selain itu, Dudung menekankan bahwa makna puasa tidak hanya sebatas menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kepekaan sosial terhadap sesama.
“Tidaklah masuk golongan orang beriman jika seseorang hanya rajin beribadah, tetapi tidak peduli dengan tetangganya, saudaranya, dan sesamanya manusia,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Wilson Lalengke menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai pertemuan antara tokoh agama dan tokoh masyarakat merupakan fondasi penting dalam menjaga persatuan bangsa.
“Saya sangat menghargai acara ini dan berterima kasih kepada Ustadz Anton Susanto yang telah memfasilitasi silaturahmi penuh makna ini. Kehadiran Jenderal Dudung dengan pesan moral dan spiritualnya memberikan energi positif bagi kita semua,” kata Wilson.
Ia menambahkan bahwa silaturahmi seperti ini menjadi contoh nyata bagaimana ulama dan pemimpin masyarakat dapat bekerja sama memperkuat persatuan nasional.
Acara tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh lainnya, di antaranya Zainal Akub dari Badan Intelijen Strategis TNI (BAIS) serta sejumlah pengurus PPWI seperti Wasekjen Julian Caisar dan beberapa anggota lainnya.
Pertemuan tersebut dinilai memiliki makna penting dalam memperkuat hubungan sosial dan kebangsaan, sekaligus menjadi ruang dialog yang mempertemukan nilai moral, spiritual, dan kebijakan dalam kehidupan berbangsa.(Red)













