Wamendagri Bima Arya Gembleng Mahasiswa Magang Kemendagri Bangun Karakter dan Jejaring Sebab IPK Saja Tak Cukup

0
5

Jakarta, restorasihukum.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa kecerdasan akademik dan deretan nilai cemerlang di transkrip belumlah cukup untuk mengamankan tiket menuju kesuksesan.

Bima menantang 65 peserta Mahasiswa Magang Kementerian Dalam Negeri (Masadagri) Batch III untuk lebih agresif membangun jejaring relasi (networking) dan memperkuat karakter selama tiga bulan masa bakti mereka. Pesan menohok tersebut disampaikan Bima Arya dalam agenda Sharing Session Masadagri di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Kamis (8/10/2026).

“Kunci kesuksesan yang saya yakini, saya pelajari, dan saya alami sejauh ini, itu bukan hanya kecerdasan, bukan hanya transkrip nilai. Ada dua hal yang sangat menentukan, pertama adalah pertemanan, dan kedua adalah karakter,” ujar Bima memberikan motivasi di hadapan puluhan mahasiswa terpilih tersebut.

Ke-65 peserta yang berhasil menyisihkan 1.080 pendaftar ini diminta tidak sekadar duduk di balik meja dan mempelajari rutinitas birokrasi. Bima secara khusus menugaskan para mahasiswa untuk proaktif menyerap ilmu dari seluruh elemen kementerian, mulai dari staf analis kebijakan, direktur, kepala biro, hingga jajaran pimpinan tinggi.

Menurutnya, Kemendagri yang memegang kendali atas otonomi, keuangan daerah, hingga politik pemerintahan umum merupakan laboratorium hidup yang sempurna bagi para mahasiswa. Ia mendorong peserta menjadikan ajang magang ini sebagai ruang untuk berdialog, mengamati, dan berdialektika membandingkan teori di bangku kuliah dengan realitas tata kelola pelayanan publik di lapangan.

Sebagai bentuk keterbukaan institusi, mantan Wali Kota Bogor ini justru menantang para mahasiswa untuk berani kritis dan melontarkan masukan jika menemukan sistem kerja yang perlu diperbaiki.

Kritik konstruktif tersebut sejalan dengan tiga target utama yang ingin dicapai Kemendagri lewat program ini. Pertama, peserta mendapat bekal pengalaman nyata. Kedua, peserta bisa menjadi duta yang mengenalkan ritme kerja kementerian kepada publik luas. Ketiga, peserta mampu memberikan perspektif dan bahan evaluasi segar yang membangun bagi internal Kemendagri.

“Yang akan menjadi pemenang dalam kehidupan adalah orang-orang yang bisa berdialektika. Jangan sia-siakan kesempatan ini, dan nanti pasti selama tiga bulan ke depan ada program-program di mana kita bisa berdiskusi dengan lebih santai,” pungkas Bima. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here