Wamendagri Bima: Retret Kepala Daerah Momentum Penguatan Kolaborasi dan Sinergi

0
76

Sumedang, restorasihukum.com – Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menegaskan bahwa Retret Kepala Daerah Gelombang II menjadi momen penting untuk memperkuat sinergi dan kerja sama antar kepala daerah di seluruh Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (19/6/2025).

Retret ini diikuti oleh 87 kepala daerah dan wakil kepala daerah dari berbagai wilayah, meskipun pada awalnya tercatat 93 peserta. Enam peserta berhalangan hadir karena alasan kesehatan. Peserta retret terdiri dari tiga kategori, yakni kepala daerah yang telah dilantik namun belum mengikuti gelombang pertama, kepala daerah yang sebelumnya mengalami sengketa Pilkada yang telah selesai, serta kepala daerah hasil pemungutan suara ulang yang pelantikannya baru rampung.

Sebelum keberangkatan, seluruh peserta akan menjalani pemeriksaan kesehatan di Kementerian Dalam Negeri pada Sabtu (21/6/2025), lalu berkumpul kembali pada Minggu (22/6/2025) untuk diberangkatkan menggunakan kereta cepat Whoosh menuju IPDN Jatinangor.

Setibanya di IPDN, peserta akan disambut langsung oleh Rektor IPDN, Halilul Khairi, dan Wamendagri Bima Arya, sebelum retret resmi dibuka oleh Menteri Dalam Negeri pada Senin (23/6/2025). Kegiatan akan berlangsung hingga Kamis malam (26/6/2025).

Materi retret tetap fokus pada penguatan pemahaman tugas kepala daerah, program prioritas, pemberantasan korupsi, dan pembentukan jejaring sinergi antar kepala daerah. Melalui retret ini, diharapkan para kepala daerah dapat saling mengenal lebih baik dan siap menjalin kolaborasi di tingkat lapangan.

Selama retret, para peserta akan menginap di asrama IPDN dengan ketentuan gubernur menempati kamar sendiri, sedangkan bupati dan wali kota berbagi kamar. Demi menjaga ketertiban, peserta tidak diperkenankan membawa pendamping seperti protokol, ajudan, atau tim dokumentasi.

Tidak hanya itu, praja IPDN juga terlibat aktif dalam sejumlah kegiatan retret, termasuk pertunjukan seni dan diskusi bersama kepala daerah. Selain itu, peserta retret berkesempatan makan siang bersama praja di ruang makan Menza, fasilitas unggulan IPDN.

Pemilihan IPDN sebagai lokasi retret karena fasilitasnya yang lengkap, akses yang mudah dari Jakarta, dan efisiensi biaya yang mendukung kelancaran kegiatan.

Wamendagri Bima Arya juga mengajak sejumlah wartawan untuk meninjau langsung fasilitas yang digunakan selama retret, mulai dari asrama, ruang kelas, hingga area makan dan berkumpul. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here