Kasatgas Tito Lepas Taruna Akpol, Akmil, dan Unhan Bantu Percepatan Penanganan Pascabencana di Aceh Tamiang

0
43

Aceh Tamiang, restorasihukum.com – Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, melepas taruna Akademi Kepolisian (Akpol), Akademi Militer (Akmil), dan Universitas Pertahanan (Unhan) untuk membantu percepatan penanganan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Apel pelepasan para taruna tersebut berlangsung di Markas Yonif 111 Aceh Tamiang, Aceh, pada Jumat (23/1/2026).

Dalam sambutannya, Tito menegaskan bahwa penugasan para taruna akan banyak dihadapkan pada pekerjaan fisik, mengingat kondisi wilayah terdampak bencana masih dipenuhi lumpur yang mengeras akibat cuaca panas. Oleh karena itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik agar tetap prima selama bertugas.

“Rumah-rumah masyarakat kemasukan lumpur. Begitu panas seperti ini, lumpur mengeras. Maka syarat utama dalam penugasan ini adalah kekuatan fisik,” ujar Kasatgas Tito.

Selain itu, Tito mengingatkan agar para taruna tidak menjadi beban bagi masyarakat maupun pemerintah daerah setempat. Ia menegaskan bahwa kehadiran para taruna bertujuan untuk membantu dan meringankan beban warga terdampak bencana.

“Kita mengulurkan tangan, bukan menengadahkan tangan,” tegasnya.

Tito juga mengimbau agar keberadaan para taruna turut menggerakkan kembali roda perekonomian daerah yang sempat terhenti akibat bencana. Ia meminta agar kebutuhan selama bertugas dipenuhi dengan berbelanja di wilayah setempat sehingga terjadi perputaran ekonomi.

Lebih lanjut, Tito menilai penugasan ini sebagai bentuk praktik nyata dari ilmu yang telah diperoleh para taruna selama pendidikan di akademi. Menurutnya, pengalaman langsung di lapangan akan menjadi pembelajaran berharga sekaligus catatan sejarah pribadi bagi setiap taruna.

“Ini adalah praktik sesungguhnya dari pelajaran yang adik-adik terima di akademi, riil di lapangan,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan pesan moral agar para taruna menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan serta meyakini bahwa selalu ada hikmah di balik setiap kesulitan.

“Di balik sesuatu yang sulit, pasti ada hikmahnya. Pekerjaan ini berat, tetapi akan memberikan makna dan menjadi sejarah pribadi bagi setiap adik-adik,” tuturnya.

Tito berharap kehadiran para taruna dapat memberikan citra positif bagi masyarakat Aceh serta meninggalkan kesan dan jasa yang baik bagi daerah terdampak.

“Selamat bertugas. Semoga seluruh taruna dapat menjalankan tugas dengan lancar, tetap sehat, dan kembali ke akademi masing-masing dalam keadaan aman dan sempurna,” pungkasnya.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here