Ketua KPAI Kunjungi Dua Anak Kasus Pencabulan

0
161

Sidoarjo, restorasihukum.com – Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait mengunjungi dua korban pencabulan. Ini menunjukkan bahwa kasus dugaan pencabulan yang menimpa dua siswa di Anugerah School, di Perumahan Citra Garden Sidoarjo, benar-benar dikawal oleh Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA).

     Terkait kasus pencabulan tersebut meski mendapat banyak cibiran karena merusak nama baik sekolah, kedua orang tua korban, tak menghirauan dan terus melawan pelaku yang mencabuli anak-anak mereka.

     Keduanya tetap bersuara dan tetap teguh  melawan kejahatan yang menimpah anaknya. Bahkan diantara orang tua korban, berinisiatif mensosialisasikan gerakan anti pedofilia dan menyebarkan stiker bertuliskan ‘Stop Pedofilia Pada Anak’.

     “Stiker ini terinspirasi dari anak saya. Saya tidak ingin ada anak lain yang menjadi korban,” ujar salah satu ibu korban.

     Sementara dua siswa korban pencabulan itupun bercerita dan Arist mendengarkan langsung pengakuan polos dua korban dugaan pencabulan yang dilakukan oleh M.                           “Bagaimana pelaku berbuat jahat?” Tanya Arist.

     Salah satu korban dugaan pencabulan, Abt mengaku hampir setiap hari dikerjai M, pengawas kebersihan di Anugerah School itu.

     Abt mengungkapkan mengaku dijahili di toilet dan di pohon dekat lapangan. “Saya diremas dengan kencang. Tapi aku ga berani teriak, takut,” aku Ab.

     Selain itu korban juga mengaku selalu diancam setelah dikerjai. “Awas kalau cerita ke guru. Nanti ‘tak gepuk’. (dipukul). Koko M bilang begitu. Makanya aku takut cerita ke guru,” papar Abt.

     Korban lain, NM juga mengaku dikerjai Koko M sejak pertama kali masuk sekolah. “Sejak awal masuk sekali, Koko M menjahili saya,” ujar NM.

     Mendengar pengakuan Abt dan NM, Arist geleng-geleng kepala. Arist mengaku jauh lebih percaya kesaksian anak-anak tersebut. (sgt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here