PemProv Jatim Terima Penghargaan dari Hearing Aid East Java

0
74

Surabaya, restorasihukum.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menerima penghargaan dari Hearing Aid East Java atas dukungannya terhadap layanan deteksi dini gangguan pendengaran anak, yang telah berjalan lebih dari 30 tahun. Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Indonesia Institute and Board of Hearing Aids East Java, Vicki Richardson, kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, pada Senin (05/01/2026).

Khofifah menegaskan, deteksi dini menjadi kunci untuk meminimalkan dampak gangguan pendengaran terhadap perkembangan bicara, bahasa, dan kemampuan kognitif anak. Layanan yang dimulai sejak masa kehamilan hingga balita memungkinkan tindakan medis dan edukatif dilakukan lebih cepat dan tepat.

Sebagai bentuk nyata komitmen ini, Pemprov Jatim meresmikan Resource Center Unit Observasi Deteksi dan Intervensi Dini Ketunarunguan di SLB-B Negeri Karya Mulya Surabaya. Fasilitas ini hasil kerja sama RSUD Dr. Soetomo, Rumah Sakit Islam Surabaya, dan SLB Karya Mulya, menyediakan layanan deteksi dini serta pendampingan teknis untuk keluarga, termasuk perawatan alat bantu dengar.

Khofifah menambahkan, manfaat layanan ini tidak hanya untuk anak tetapi juga orang tua, yang bisa lebih siap mendukung tumbuh kembang anak dengan disabilitas rungu.

Gubernur Khofifah meresmikan Resource Center Unit Observasi Deteksi dan Intervensi Dini  Ketunarunguan dan peresmian SLB-B Negeri Karya Mulya Surabaya, (05/01/2026).

Selain itu, Pemprov Jatim mengubah SLB-B Karya Mulya dari sekolah swasta menjadi negeri, memastikan layanan pendidikan gratis dengan fasilitas lebih baik. Sekolah ini kini melayani jenjang SD hingga SMA, dengan fokus pengembangan kompetensi akademik dan keterampilan vokasional untuk mendukung kemandirian siswa.

Pada hari yang sama, Pemprov Jatim meresmikan rehabilitasi dan revitalisasi tujuh SLB di berbagai daerah, antara lain di Gresik, Sidoarjo, dan Mojokerto. Sebelumnya, tiga SLB di Malang Raya juga telah direnovasi.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyebutkan, hingga kini terdapat 147 SLB negeri dan sekitar 1.500 SLB swasta di Jawa Timur. Aries menekankan, pendidikan khusus tidak hanya akademik tetapi juga vokasional, termasuk tata boga, tata busana, dan kecantikan.

“Di SLB, guru dan fasilitas telah disiapkan sesuai kompetensi sehingga anak mendapatkan layanan pendidikan optimal,” ujar Aries.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here