Kasatgas Tito: Layanan Kesehatan di Tiga Provinsi Pascabencana Beroperasi 100 Persen

0
92

Jakarta, restorasihukum.com – Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyatakan layanan kesehatan di tiga provinsi terdampak bencana di wilayah Sumatera telah kembali beroperasi 100 persen. Hal ini disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Wilayah Sumatera yang digelar di Ruang Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, pada Senin (26/1/2026).

“Saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh kementerian dan lembaga, pemerintah daerah provinsi, kabupaten, kota, serta unsur nonpemerintah yang terlibat dalam percepatan pemulihan ini,” ujar Tito.

Berdasarkan data Satgas, dari 87 rumah sakit umum daerah (RSUD) yang terdampak bencana, sebelumnya terdapat 9 RSUD yang sempat berhenti beroperasi, terdiri atas 8 RSUD di Aceh dan 1 RSUD di Sumatera Utara. Saat ini, seluruh RSUD tersebut telah kembali beroperasi normal.

Dari 867 puskesmas terdampak, sebelumnya 152 puskesmas tidak beroperasi. Kini, 865 puskesmas telah berfungsi normal, sedangkan dua puskesmas masih beroperasi di lokasi sementara sambil menunggu pembangunan gedung baru.

Selain itu, Tito menyebutkan bahwa proses pembelajaran di ketiga provinsi terdampak juga telah kembali berjalan sepenuhnya. Sebanyak 100 persen kegiatan belajar mengajar telah berlangsung, meskipun sekitar 3 persen masih dilaksanakan di ruang kelas darurat.

Pada sektor infrastruktur dasar, pemulihan layanan kelistrikan menunjukkan kemajuan signifikan. Di Aceh, kurang dari 1 persen wilayah masih dalam tahap pemulihan, di Sumatera Utara listrik telah pulih hingga 99 persen, sementara di Sumatera Barat telah mencapai 100 persen. Seluruh SPBU di ketiga provinsi tersebut juga telah kembali beroperasi.

Tito menambahkan bahwa layanan internet, pasokan BBM, dan LPG di wilayah terdampak telah berjalan relatif normal. Menurutnya, stabilitas pasokan logistik sangat penting untuk mendukung aktivitas masyarakat dan mempercepat pemulihan ekonomi.

Dari sisi ekonomi, seluruh pasar di Sumatera Barat dan Sumatera Utara telah beroperasi penuh. Adapun di Aceh, sekitar 65 persen pasar telah kembali beroperasi, sementara sisanya masih dalam proses pemulihan bertahap.

Ia juga memastikan roda pemerintahan di seluruh wilayah terdampak bencana telah kembali berjalan normal, termasuk di Kabupaten Aceh Tamiang, dengan pelayanan publik yang kembali dilaksanakan oleh pemerintah daerah di semua tingkatan.

Meski demikian, Tito mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan lanjutan, seperti pemulihan jalan provinsi, kabupaten, dan desa, perbaikan jembatan sementara, serta normalisasi sungai di beberapa wilayah terdampak.

Untuk memastikan percepatan pemulihan berjalan optimal, Kemendagri membentuk posko pemantauan di tingkat pusat dan daerah.

“Ada posko komando di Kemendagri, satu posko di Aceh, serta posko di tingkat provinsi di Sumatera Utara dan Sumatera Barat,” ujarnya.

Seluruh langkah tersebut dilakukan secara terpadu agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana berjalan efektif, berkelanjutan, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat terdampak.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here