Jakarta, restorasihukum.com – Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (JAM DATUN) Kejaksaan Agung resmi menggelar Kick-Off Meeting Penyusunan Fondasi Kebijakan dan Arsitektur Kelembagaan Adhyaksa Chambers di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Kamis (21/5/2026).
Acara ini mengusung tema “Penguatan Peran Negara dalam Penyelesaian Sengketa Strategis melalui Pengembangan Adhyaksa Chambers untuk Mendukung Iklim Investasi dan Pembangunan Nasional”, menghadirkan narasumber lintas sektoral seperti Robertus Billitea (Managing Director Legal & Compliance BPI Danantara), Meirijal Nur (Direktur Pembinaan Pengelolaan Keuangan BLU, Kemenkeu), dan Rezafaraby (Koordinator Penerapan dan Penegakan Hukum, Bappenas).
Dalam sambutannya, Jamdatun Prof. (H.C) Dr. R. Narendra Jatna menekankan, Adhyaksa Chambers merupakan langkah strategis transformasi kelembagaan Kejaksaan dari administrative state menuju strategic state institution, mendukung target Indonesia Emas 2045.
“Langkah ini sesuai mandat Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024, menempatkan Jaksa Agung sebagai Advocaat General untuk menjaga supremasi hukum, stabilitas nasional, dan ekonomi berkelanjutan,” jelasnya.
Jamdatun menyoroti masalah sengketa antar-entitas publik yang kerap berakhir pada litigasi panjang, menimbulkan biaya tinggi, fragmentasi penanganan, hingga turunnya kepercayaan investor.
“Sengketa yang berlarut tetap merugikan negara. Adhyaksa Chambers hadir sebagai paradigma baru: penyelesaian alternatif (ADR) yang preventif, cepat, efisien, dan kolaboratif,” tegasnya.
Sekretaris Jamdatun, Ahelya Abustam, menambahkan, kelembagaan Adhyaksa Chambers akan berbentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) atau pengelolaan BLU, untuk fleksibilitas operasional, optimalisasi layanan, dan potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). “Mengacu pada Maxwell Chambers Singapura, fasilitas akan dilengkapi Smart Hearing Room dan sistem persidangan digital terintegrasi,” ujarnya.
Kick-off meeting ini diharapkan menyatukan persepsi, menghimpun masukan strategis, dan membangun sinergi lintas instansi demi terwujudnya ekosistem penyelesaian sengketa negara yang modern, solutif, adil, serta mendukung daya saing investasi nasional.
“Mari kita satukan sinergi dan berkolaborasi untuk ciptakan Adhyaksa Chambers yang berdampak luas bagi kemajuan bangsa,” tutup Jamdatun.(Red)










