Kementerian ESDM Gerak Cepat Atasi Antrean BBM dan LPG di Sintang, Distribusi Dipercepat

0
63

Pontianak, restorasihukum.com — Antrean kendaraan di sejumlah SPBU dan kekhawatiran warga memperoleh LPG tabung 3 kilogram dalam beberapa hari terakhir mewarnai situasi di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Gangguan operasional serta kendala geografis menyebabkan distribusi pasokan energi tersendat.

Merespons kondisi tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) bergerak cepat memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM dan LPG kembali normal.

Direktur Jenderal Migas, Laode Sulaeman, melakukan monitoring langsung ke Integrated Terminal Pontianak, Kalimantan Barat, guna mengevaluasi kondisi pasokan serta mempercepat langkah penyaluran, pada Selasa (17/2/2026).

“Kami hadir langsung di Pontianak untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat. Kita harus memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik dan solusi yang cepat,” ujar Laode.

Berdasarkan data kesiapan infrastruktur energi di Kalimantan Barat, pasokan BBM dan LPG ditopang sejumlah fasilitas strategis, antara lain Integrated Terminal Pontianak, Fuel Terminal Sintang, dan Fuel Terminal Ketapang. Jaringan distribusi di wilayah ini mencakup 151 SPBU, 116 agen LPG tabung 3 kilogram, serta 4.280 pangkalan LPG 3 kilogram.

Secara regional, Kalimantan memiliki kapasitas penyimpanan BBM sekitar 526.479 kiloliter dan LPG sekitar 7.720 metrik ton, yang menjadi penopang utama ketahanan energi di wilayah tersebut.

Namun demikian, Laode menjelaskan adanya gangguan operasional seperti tidak beroperasinya jobber di wilayah Sanggau serta pendangkalan alur Sungai Melawi yang memengaruhi kelancaran distribusi, khususnya ke Sintang.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Ditjen Migas bersama badan usaha terkait melakukan sejumlah langkah mitigasi, di antaranya mengoptimalkan suplai dari Integrated Terminal Pontianak, memaksimalkan sumber daya manusia, menambah armada mobil tangki dari wilayah lain, serta menambah empat titik peristirahatan guna menjaga kesinambungan distribusi.

Selain itu, percepatan distribusi juga diperkuat melalui optimalisasi armada mobil tangki yang tersedia, termasuk pemanfaatan armada eksisting dan penambahan armada charter. Secara keseluruhan, wilayah Kalimantan didukung sekitar 739 unit mobil tangki BBM dan 104 unit skid tank LPG untuk melayani kebutuhan masyarakat dan sektor industri.

Laode menegaskan pemerintah terus memantau perkembangan di lapangan dan memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Kami memastikan pasokan BBM dan LPG tetap tersedia, dan langkah-langkah mitigasi terus dilakukan untuk mempercepat distribusi ke wilayah terdampak,” tegasnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis pasokan BBM dan LPG tabung 3 kilogram di Sintang dan wilayah Kalimantan Barat lainnya segera kembali normal, sekaligus menjaga ketahanan energi nasional secara berkelanjutan.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here